Keahlian AI Jadi Kompetensi yang Paling Sulit Dicari di APME: Survei Global Talent Shortage 2026 ManpowerGroup

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINGAPURA, 26 Februari 2026 /PRNewswire/ — Kelangkaan sumber daya manusia (SDM) terus meningkat di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah (APME) sehingga menjadi momen krusial bagi banyak perusahaan dan perekonomian. Berdasarkan Survei Global Talent Shortage 2026 dari ManpowerGroup, sebanyak 71% perusahaan di APME mengaku kesulitan mengisi lowongan kerja — hampir sama dengan rata-rata global sebesar 72%.

ManpowerGroup 2026 Global Talent Shortage APME Findings
ManpowerGroup 2026 Global Talent Shortage APME Findings

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Survei ini melibatkan lebih dari 39.000 perusahaan di 41 negara, termasuk 12.193 perusahaan di 10 pasar APME. Hasilnya menunjukkan bahwa tantangan rekrutmen berbeda-beda di setiap negara. Di APME, Jepang (84%) dan India (82%) menghadapi tingkat kelangkaan SDM yang paling tinggi, disusul Uni Emirat Arab (76%), sedangkan Tiongkok (48%) menjadi negara dengan tingkat kelangkaan SDM terendah di APME maupun secara global. Secara global, Slowakia (87%), Yunani (84%), dan Jepang mencatat tingkat kelangkaan SDM tertinggi, sedangkan Finlandia (60%) dan Polandia (57%) termasuk yang terendah, bersama Tiongkok.

Meskipun berbeda-beda di setiap negara, keahlian dalam bidang kecerdasan buatan (AI) secara konsisten menjadi kompetensi yang paling sulit ditemukan di APME. Dua keahlian teratas mencakup Pengembangan Model dan Aplikasi AI (27%), serta Literasi AI (26%). Sementara, keahlian konvensional dalam bidang TI dan data berada pada peringkat keenam (18%).

"Perkembangan AI telah mengubah lanskap keahlian kerja dan proses rekrutmen di APME secara mendasar. Kini, keahlian AI bukan lagi kompetensi khusus, namun menentukan daya saing tenaga kerja di APME. Setelah banyak perusahaan mempercepat adopsi AI, pemimpin perusahaan perlu bergerak dalam berbagai tahapan secara sekaligus. Mereka harus mendukung karyawan menghadapi transformasi cepat agar mampu beradaptasi dengan perubahan berbasiskan AI, serta mempersiapkan masa depan dengan mengembangkan keahlian AI yang lebih mendalam dan relevan. Pada saat yang sama, proses rekrutmen juga berubah dengan cepat sehingga perusahaan harus membangun, merekrut, atau memanfaatkan sumber daya untuk memperoleh kandidat tenaga kerja yang menguasai keahlian AI," ujar François Lançon, Regional President, Asia Pacific & Middle East, ManpowerGroup.

Hasil survei selengkapnya: www.manpowergroup.com.sg/apme-talent-shortage-2026.

Tentang ManpowerGroup

ManpowerGroup® (NYSE: MAN), penyedia solusi ketenagakerjaan terkemuka di dunia, membantu berbagai perusahaan mentransformasi dunia karier yang cepat berubah. ManpowerGroup merekrut, mengevaluasi, mengembangkan, dan mengelola SDM guna mendukung kesuksesan perusahaan. Sejumlah merek yang berada dalam naungan ManpowerGroup  – – ManpowerExperis, and Talent Solutions – telah meningkatkan nilai tambah kandidat pekerja dan klien di lebih dari 70 negara dan wilayah selama lebih dari 75 tahun. 

 

Berita Terkait

Tejas Networks terpilih untuk proyek perluasan jaringan 4G di Asia Selatan
UpperHills: Spartan Race Shenzhen 2026 Dimulai, Membawa Energi Baru bagi Greater Bay Area Menjelang APEC
Safari Ramadan Musim Mas Group, Berbagi Bantuan dan Harapan bagi Ribuan Penerima Manfaat
Mitrade Raih Lima Penghargaan Industri Global pada 2026 di Tengah Sikap Trader di Asia yang Mengkaji Ulang “Counterparty Risk”
ISLE 2026 Sukses Menetapkan Tren Baru untuk Displai Pintar dan Integrasi Sistem
China International Supply Chain Expo Hadirkan Area Pameran AI; Ajang Ini Segera Digelar 100 Hari Lagi dengan 500+ Peserta Pameran
Sepeda Motor Listrik “Self-Balancing” Pertama di Dunia, OMO X, Mulai Diproduksi Massal: Era Baru Kendaraan Roda Dua Cerdas
Cynosure Lutronic Perkuat Posisi di Asia Pasifik — Kawasan Perangkat Estetika Medis dengan Pertumbuhan Tercepat di Dunia, Melalui Perolehan Dua Izin Regulasi Clarity II™ di Tiongkok dan Jepang pada Februari 2026

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:36 WIB

Tejas Networks terpilih untuk proyek perluasan jaringan 4G di Asia Selatan

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:17 WIB

UpperHills: Spartan Race Shenzhen 2026 Dimulai, Membawa Energi Baru bagi Greater Bay Area Menjelang APEC

Selasa, 17 Maret 2026 - 06:59 WIB

Safari Ramadan Musim Mas Group, Berbagi Bantuan dan Harapan bagi Ribuan Penerima Manfaat

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:30 WIB

Mitrade Raih Lima Penghargaan Industri Global pada 2026 di Tengah Sikap Trader di Asia yang Mengkaji Ulang “Counterparty Risk”

Senin, 16 Maret 2026 - 14:15 WIB

ISLE 2026 Sukses Menetapkan Tren Baru untuk Displai Pintar dan Integrasi Sistem

Berita Terbaru