Survei Herbalife: Tiga dari Empat Wirausaha di Asia Pasifik Merasa Optimis dengan Kondisi Ekonomi Tahun Ini

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 6 Januari 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

logo

logo

HONG KONG, 6 Januari, 2026 /PRNewswire/ — Herbalife, perusahaan, komunitas, dan platform kesehatan dan gaya hidup terkemuka, merilis temuan dari Survei Asia Pacific Health and Economic Empowerment 2025. Berdasarkan hasil survei tersebut, kalangan wirausaha memiliki optimisme yang kuat terkait dengan kondisi ekonomi. Tiga dari empat responden (74%) memperkirakan kesejahteraan ekonomi akan membaik dalam 12 bulan mendatang. Sebaliknya, hanya separuh responden (48%) yang bukan berasal dari kalangan wirausaha memiliki optimisme serupa.

Survei ini juga menyoroti tingkat pemberdayaan ekonomi dan kesehatan yang jauh lebih tinggi di kalangan wirausaha dibandingkan non-wirausaha di Asia Pasifik. Pemberdayaan kesehatan merupakan kemampuan mengambil keputusan untuk meningkatkan kesejahteraan fisik, mental, dan emosional. Sementara, pemberdayaan ekonomi merujuk pada kemampuan meningkatkan stabilitas keuangan. Tingkat pemberdayaan ini tercatat 17 poin persentase lebih tinggi pada wirausaha, mencerminkan kendali yang lebih besar atas kondisi kesehatan dan kondisi ekonomi.


ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

"Berbeda dari anggapan umum bahwa kehidupan wirausaha selalu penuh tekanan dan berujung pada kejenuhan, survei ini menunjukkan kalangan wirausaha yang justru memiliki tingkat optimisme ekonomi, kepercayaan diri, dan pemberdayaan yang lebih tinggi," ujar Thomas Harms, Managing Director, Asia Pacific, Herbalife. "Dalam kondisi ekonomi saat ini, banyak orang mencari cara untuk memperoleh sumber pendapatan tambahan. Herbalife berkomitmen mendukung masyarakat yang ingin meningkatkan kesehatan dan kebugaran, serta menawarkan kesempatan untuk membangun bisnis sendiri sebagai distributor independen."

Survei Asia Pacific Health and Economic Empowerment 2025 yang dilaksanakan pada Oktober dan melibatkan 8.505 responden, termasuk 2.245 wirausaha di 11 pasar, yaitu Australia, Hong Kong SAR, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, wilayah Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Wirausaha Lebih Percaya Diri dengan Kondisi Ekonomi

Di Asia Pasifik, wirausaha cenderung menilai kesejahteraan ekonomi mereka lebih positif. Sebanyak 43% wirausaha menilai kondisi ekonomi mereka saat ini "sangat baik", dibandingkan hanya 25% non-wirausaha yang memiliki penilaian serupa. Ke depan, 74% wirausaha memperkirakan kesejahteraan ekonomi mereka akan membaik dalam 12 bulan mendatang, sedangkan kurang dari separuh (48%) nonwirausaha memiliki optimisme yang sama.

Wirausaha juga menunjukkan optimisme yang lebih besar dalam mencapai tujuan ekonomi. Setengah dari wirausaha yang disurvei merasa yakin mencapai tujuan ekonomi jangka pendek dalam 12 bulan, 23 poin persentase lebih tinggi dibandingkan non-wirausaha. Selain itu, 51% wirausaha optimis mencapai tujuan ekonomi jangka panjang dalam lima tahun, 21 poin persentase lebih tinggi dibandingkan responden yang bukan wirausaha.

Pemberdayaan Ekonomi dan Kesehatan Lebih Tinggi di Kalangan Wirausaha Asia Pasifik

Selain optimisme dan kepercayaan diri terhadap kondisi ekonomi saat ini dan masa depan, survei ini juga menunjukkan tingkat pemberdayaan ekonomi dan kesehatan yang lebih tinggi pada kalangan wirausaha Asia Pasifik. Hampir enam dari 10 wirausaha (59%) menyatakan merasa mampu mengambil keputusan untuk meningkatkan stabilitas keuangan dan kesejahteraan ekonomi, 18 poin persentase lebih tinggi dibandingkan 39% nonwirausaha. Tingkat pemberdayaan kesehatan juga lebih tinggi, tecermin dari 65% wirausaha yang merasa mampu dibandingkan 48% nonwirausaha.

Optimisme tersebut menjelaskan mengapa responden dari kalangan wirausaha memiliki keyakinan yang lebih besar dalam mencapai tujuan kesehatan dalam 12 bulan ke depan. Lebih dari separuh (56%) wirausaha merasa yakin dapat mencapai tujuan kesehatan dalam 12 bulan, dibandingkan hanya 33% nonwirausaha.

Keterkaitan Sangat Erat Antara Pemberdayaan Kesehatan dan Ekonomi

Temuan survei ini menegaskan hubungan yang erat antara pemberdayaan kesehatan dan ekonomi. Individu yang merasa sangat berdaya dalam mengambil keputusan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi cenderung memiliki tingkat pemberdayaan kesehatan yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan keuangan berjalan beriringan dengan kepercayaan diri dalam mengelola kesehatan pribadi.

Dengan kendali yang lebih besar atas penetapan tujuan, pengelolaan waktu dan sumber daya, serta pilihan gaya hidup dan keuangan yang lebih terarah, kalangan wirausaha merasakan tingkat pemberdayaan yang kuat untuk mencapai aspirasi mereka. Kendali ini menumbuhkan kepercayaan diri dan mendorong hasil yang lebih baik bagi kesehatan dan ekonomi. Hal tersebut menjadi pengingat bahwa ketika individu mengambil kendali atas keputusan ekonomi dan kesehatan, mereka memiliki potensi untuk mengubah, tidak hanya masa depan, namun juga kehidupan mereka.

###

Tentang Herbalife Ltd.

Herbalife (NYSE: HLF) adalah perusahaan kesehatan dan gaya hidup serta komunitas terkemuka yang telah mengubah kehidupan masyarakat dengan produk nutrisi yang luar biasa dan peluang bisnis bagi member independen sejak tahun 1980. Perusahaan menawarkan produk-produk berkualitas tinggi yang didukung ilmu pengetahuan kepada konsumen di lebih dari 90 negara melalui member independen wirausaha yang menyediakan pelatihan individu dan komunitas pendukung yang menginspirasi pelanggan mereka untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat dan aktif untuk hidup mereka yang terbaik.

Berita Terkait

Tejas Networks terpilih untuk proyek perluasan jaringan 4G di Asia Selatan
UpperHills: Spartan Race Shenzhen 2026 Dimulai, Membawa Energi Baru bagi Greater Bay Area Menjelang APEC
Safari Ramadan Musim Mas Group, Berbagi Bantuan dan Harapan bagi Ribuan Penerima Manfaat
Mitrade Raih Lima Penghargaan Industri Global pada 2026 di Tengah Sikap Trader di Asia yang Mengkaji Ulang “Counterparty Risk”
ISLE 2026 Sukses Menetapkan Tren Baru untuk Displai Pintar dan Integrasi Sistem
China International Supply Chain Expo Hadirkan Area Pameran AI; Ajang Ini Segera Digelar 100 Hari Lagi dengan 500+ Peserta Pameran
Sepeda Motor Listrik “Self-Balancing” Pertama di Dunia, OMO X, Mulai Diproduksi Massal: Era Baru Kendaraan Roda Dua Cerdas
Cynosure Lutronic Perkuat Posisi di Asia Pasifik — Kawasan Perangkat Estetika Medis dengan Pertumbuhan Tercepat di Dunia, Melalui Perolehan Dua Izin Regulasi Clarity II™ di Tiongkok dan Jepang pada Februari 2026

Survei Herbalife: Tiga dari Empat Wirausaha di Asia Pasifik Merasa Optimis dengan Kondisi Ekonomi Tahun Ini

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 6 Januari 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

logo

logo

HONG KONG, 6 Januari, 2026 /PRNewswire/ — Herbalife, perusahaan, komunitas, dan platform kesehatan dan gaya hidup terkemuka, merilis temuan dari Survei Asia Pacific Health and Economic Empowerment 2025. Berdasarkan hasil survei tersebut, kalangan wirausaha memiliki optimisme yang kuat terkait dengan kondisi ekonomi. Tiga dari empat responden (74%) memperkirakan kesejahteraan ekonomi akan membaik dalam 12 bulan mendatang. Sebaliknya, hanya separuh responden (48%) yang bukan berasal dari kalangan wirausaha memiliki optimisme serupa.

Survei ini juga menyoroti tingkat pemberdayaan ekonomi dan kesehatan yang jauh lebih tinggi di kalangan wirausaha dibandingkan non-wirausaha di Asia Pasifik. Pemberdayaan kesehatan merupakan kemampuan mengambil keputusan untuk meningkatkan kesejahteraan fisik, mental, dan emosional. Sementara, pemberdayaan ekonomi merujuk pada kemampuan meningkatkan stabilitas keuangan. Tingkat pemberdayaan ini tercatat 17 poin persentase lebih tinggi pada wirausaha, mencerminkan kendali yang lebih besar atas kondisi kesehatan dan kondisi ekonomi.


ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

"Berbeda dari anggapan umum bahwa kehidupan wirausaha selalu penuh tekanan dan berujung pada kejenuhan, survei ini menunjukkan kalangan wirausaha yang justru memiliki tingkat optimisme ekonomi, kepercayaan diri, dan pemberdayaan yang lebih tinggi," ujar Thomas Harms, Managing Director, Asia Pacific, Herbalife. "Dalam kondisi ekonomi saat ini, banyak orang mencari cara untuk memperoleh sumber pendapatan tambahan. Herbalife berkomitmen mendukung masyarakat yang ingin meningkatkan kesehatan dan kebugaran, serta menawarkan kesempatan untuk membangun bisnis sendiri sebagai distributor independen."

Survei Asia Pacific Health and Economic Empowerment 2025 yang dilaksanakan pada Oktober dan melibatkan 8.505 responden, termasuk 2.245 wirausaha di 11 pasar, yaitu Australia, Hong Kong SAR, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, wilayah Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Wirausaha Lebih Percaya Diri dengan Kondisi Ekonomi

Di Asia Pasifik, wirausaha cenderung menilai kesejahteraan ekonomi mereka lebih positif. Sebanyak 43% wirausaha menilai kondisi ekonomi mereka saat ini "sangat baik", dibandingkan hanya 25% non-wirausaha yang memiliki penilaian serupa. Ke depan, 74% wirausaha memperkirakan kesejahteraan ekonomi mereka akan membaik dalam 12 bulan mendatang, sedangkan kurang dari separuh (48%) nonwirausaha memiliki optimisme yang sama.

Wirausaha juga menunjukkan optimisme yang lebih besar dalam mencapai tujuan ekonomi. Setengah dari wirausaha yang disurvei merasa yakin mencapai tujuan ekonomi jangka pendek dalam 12 bulan, 23 poin persentase lebih tinggi dibandingkan non-wirausaha. Selain itu, 51% wirausaha optimis mencapai tujuan ekonomi jangka panjang dalam lima tahun, 21 poin persentase lebih tinggi dibandingkan responden yang bukan wirausaha.

Pemberdayaan Ekonomi dan Kesehatan Lebih Tinggi di Kalangan Wirausaha Asia Pasifik

Selain optimisme dan kepercayaan diri terhadap kondisi ekonomi saat ini dan masa depan, survei ini juga menunjukkan tingkat pemberdayaan ekonomi dan kesehatan yang lebih tinggi pada kalangan wirausaha Asia Pasifik. Hampir enam dari 10 wirausaha (59%) menyatakan merasa mampu mengambil keputusan untuk meningkatkan stabilitas keuangan dan kesejahteraan ekonomi, 18 poin persentase lebih tinggi dibandingkan 39% nonwirausaha. Tingkat pemberdayaan kesehatan juga lebih tinggi, tecermin dari 65% wirausaha yang merasa mampu dibandingkan 48% nonwirausaha.

Optimisme tersebut menjelaskan mengapa responden dari kalangan wirausaha memiliki keyakinan yang lebih besar dalam mencapai tujuan kesehatan dalam 12 bulan ke depan. Lebih dari separuh (56%) wirausaha merasa yakin dapat mencapai tujuan kesehatan dalam 12 bulan, dibandingkan hanya 33% nonwirausaha.

Keterkaitan Sangat Erat Antara Pemberdayaan Kesehatan dan Ekonomi

Temuan survei ini menegaskan hubungan yang erat antara pemberdayaan kesehatan dan ekonomi. Individu yang merasa sangat berdaya dalam mengambil keputusan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi cenderung memiliki tingkat pemberdayaan kesehatan yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan keuangan berjalan beriringan dengan kepercayaan diri dalam mengelola kesehatan pribadi.

Dengan kendali yang lebih besar atas penetapan tujuan, pengelolaan waktu dan sumber daya, serta pilihan gaya hidup dan keuangan yang lebih terarah, kalangan wirausaha merasakan tingkat pemberdayaan yang kuat untuk mencapai aspirasi mereka. Kendali ini menumbuhkan kepercayaan diri dan mendorong hasil yang lebih baik bagi kesehatan dan ekonomi. Hal tersebut menjadi pengingat bahwa ketika individu mengambil kendali atas keputusan ekonomi dan kesehatan, mereka memiliki potensi untuk mengubah, tidak hanya masa depan, namun juga kehidupan mereka.

###

Tentang Herbalife Ltd.

Herbalife (NYSE: HLF) adalah perusahaan kesehatan dan gaya hidup serta komunitas terkemuka yang telah mengubah kehidupan masyarakat dengan produk nutrisi yang luar biasa dan peluang bisnis bagi member independen sejak tahun 1980. Perusahaan menawarkan produk-produk berkualitas tinggi yang didukung ilmu pengetahuan kepada konsumen di lebih dari 90 negara melalui member independen wirausaha yang menyediakan pelatihan individu dan komunitas pendukung yang menginspirasi pelanggan mereka untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat dan aktif untuk hidup mereka yang terbaik.

Berita Terkait

Tejas Networks terpilih untuk proyek perluasan jaringan 4G di Asia Selatan
UpperHills: Spartan Race Shenzhen 2026 Dimulai, Membawa Energi Baru bagi Greater Bay Area Menjelang APEC
Safari Ramadan Musim Mas Group, Berbagi Bantuan dan Harapan bagi Ribuan Penerima Manfaat
Mitrade Raih Lima Penghargaan Industri Global pada 2026 di Tengah Sikap Trader di Asia yang Mengkaji Ulang “Counterparty Risk”
ISLE 2026 Sukses Menetapkan Tren Baru untuk Displai Pintar dan Integrasi Sistem
China International Supply Chain Expo Hadirkan Area Pameran AI; Ajang Ini Segera Digelar 100 Hari Lagi dengan 500+ Peserta Pameran
Sepeda Motor Listrik “Self-Balancing” Pertama di Dunia, OMO X, Mulai Diproduksi Massal: Era Baru Kendaraan Roda Dua Cerdas
Cynosure Lutronic Perkuat Posisi di Asia Pasifik — Kawasan Perangkat Estetika Medis dengan Pertumbuhan Tercepat di Dunia, Melalui Perolehan Dua Izin Regulasi Clarity II™ di Tiongkok dan Jepang pada Februari 2026

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:36 WIB

Tejas Networks terpilih untuk proyek perluasan jaringan 4G di Asia Selatan

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:17 WIB

UpperHills: Spartan Race Shenzhen 2026 Dimulai, Membawa Energi Baru bagi Greater Bay Area Menjelang APEC

Selasa, 17 Maret 2026 - 06:59 WIB

Safari Ramadan Musim Mas Group, Berbagi Bantuan dan Harapan bagi Ribuan Penerima Manfaat

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:30 WIB

Mitrade Raih Lima Penghargaan Industri Global pada 2026 di Tengah Sikap Trader di Asia yang Mengkaji Ulang “Counterparty Risk”

Senin, 16 Maret 2026 - 14:15 WIB

ISLE 2026 Sukses Menetapkan Tren Baru untuk Displai Pintar dan Integrasi Sistem

Berita Terbaru