KPK Buru Jet Pribadi Papua, tapi Lokasi Masih Disembunyikan

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 17 Juni 2025 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengembangkan penyidikan kasus korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe.

Fokus utama penyidikan adalah dugaan penyalahgunaan dana operasional kepala daerah dan wakil kepala daerah Provinsi Papua.

Dana tersebut dialokasikan untuk tahun anggaran 2020 hingga 2022. KPK menyebut nilai kerugian negara dalam perkara ini mencapai Rp 1,2 triliun.

Dana tersebut diduga digunakan untuk pembelian jet pribadi di luar negeri.

Peran Bendahara dan Warga Negara Asing dalam Skandal

Tersangka utama dalam pengembangan kasus ini adalah Deus Enumbi, Bendahara Pengeluaran Pembantu Kepala Daerah.

KPK menyatakan Deus Enumbi diduga bertindak bersama dengan Lukas Enembe dalam penyalahgunaan dana.

Dalam proses penelusuran aliran dana, KPK menemukan keterlibatan pihak asing.

Seorang warga negara Singapura bernama Gabriel Isaak diduga terlibat dalam transaksi pembelian jet.

Transaksi lintas negara memperkuat dugaan bahwa aset korupsi disembunyikan di luar negeri.

Jet Pribadi Diduga Dibeli dari Dana Publik

Penyidik KPK menduga sebagian dana operasional disalurkan untuk membeli sebuah pesawat jet pribadi.

Jet tersebut diduga tidak tercatat sebagai aset negara maupun pribadi tersangka secara legal di Indonesia.

Lokasi fisik jet hingga kini belum dipublikasikan oleh penyidik.

Menurut juru bicara KPK Budi Prasetyo, pesawat itu diyakini berada di luar negeri.

Pengadaan jet pribadi tersebut memperjelas pola korupsi dengan gaya hidup mewah.

Jejak Transaksi Mewah dari Papua ke Luar Negeri

KPK mengendus aliran dana mencurigakan dari Papua menuju rekening luar negeri dalam bentuk valuta asing.

Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan pribadi yang tidak berkaitan dengan operasional pemerintahan.

Indikasi kuat pembelian jet berasal dari bukti transfer dan komunikasi antara pihak di Indonesia dan Singapura.

Gabriel Isaak, warga negara Singapura, diduga menjadi fasilitator transaksi jet tersebut.

Penelusuran dilakukan melalui kerja sama internasional dengan otoritas keuangan Singapura.

Luka Lama Papua dan Gaya Hidup Elit Pejabat

Skandal ini membuka kembali luka lama rakyat Papua atas pengelolaan anggaran publik.

Dana publik yang seharusnya untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan diduga dibelanjakan untuk kemewahan pejabat.

Lukas Enembe sebelumnya juga disorot karena gaya hidup mewah dan dugaan judi kasino di luar negeri.

KPK menegaskan akan menelusuri semua aset yang berasal dari korupsi, baik di dalam maupun luar negeri.

Kasus ini menambah daftar panjang penyalahgunaan dana publik di daerah tertinggal.

Analisis, Solusi, dan Seruan Transparansi Aset

KPK perlu memperkuat kerja sama lintas negara untuk membekukan aset hasil korupsi yang disimpan di luar negeri.

Selain penegakan hukum, pemerintah pusat perlu meninjau kembali mekanisme pencairan dan pengawasan dana operasional kepala daerah.

Instrumen audit publik perlu diperluas, termasuk pemberdayaan BPK dan transparansi laporan pengeluaran kepala daerah secara berkala.

Publik berhak tahu bagaimana dana mereka dibelanjakan, dan siapa yang bertanggung jawab atas kebocoran anggaran.

Kasus ini harus menjadi titik balik bagi Papua dan Indonesia dalam membenahi tata kelola keuangan daerah secara menyeluruh.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Bisnisnews.com dan Rilisbisnis.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Indonesiaoke.com dan Sentranews.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Persda.com dan Hellobanten.com

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Abdul Kadir Koro Nilai Wacana Pilkada Dipilih DPRD Tidak Konsisten dan Berpotensi Melemahkan Demokrasi
Prabowo: Negara Tak Gentar Hadapi Pengusaha Besar yang Rugikan Rakyat
Standar Keamanan Pangan MBG Sorong Naik Kelas Usai Insiden Belatung
Penggeledahan KPK di Kementerian Ketenagakerjaan: Dugaan Suap Terkait Tenaga Kerja Asing Terkuak
Drama di Balik Sidang Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto, KPK Belum Putuskan Periksa Firli Bahuri
UGM Tanggapi Gugatan Rp69 Triliun yang Dialamatkan kepada Universitas Tertua Itu, Terkait Ijazah Jokowi
Inilah Suasana Saat Prabowo Subianto dan Tokoh Filantropi Bill Gates Cek Makan Bergizi Gratis di Jaktim
Pemerintahan Prabowo Hadapi Tantangan dalam Bangun Keercayaan Publik dan Jaga Stabilitas Poliitik

Berita Terkait

Jumat, 2 Januari 2026 - 15:14 WIB

Abdul Kadir Koro Nilai Wacana Pilkada Dipilih DPRD Tidak Konsisten dan Berpotensi Melemahkan Demokrasi

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 09:27 WIB

Prabowo: Negara Tak Gentar Hadapi Pengusaha Besar yang Rugikan Rakyat

Senin, 11 Agustus 2025 - 07:28 WIB

Standar Keamanan Pangan MBG Sorong Naik Kelas Usai Insiden Belatung

Selasa, 17 Juni 2025 - 17:37 WIB

KPK Buru Jet Pribadi Papua, tapi Lokasi Masih Disembunyikan

Rabu, 21 Mei 2025 - 15:25 WIB

Penggeledahan KPK di Kementerian Ketenagakerjaan: Dugaan Suap Terkait Tenaga Kerja Asing Terkuak

Berita Terbaru