Menteri P2MI dan ADKASI Bahas Perlindungan PMI, Wasekjen Pedro: Strategi Hadapi Tantangan Migrasi Global

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI)

Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI)

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan pentingnya peran daerah dalam perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam pertemuan dengan Dewan Pengurus Nasional Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI).

Transformasi Kementerian P2MI menjadi kementerian penuh merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyelenggarakan perlindungan komprehensif mulai dari pra-penempatan hingga purna kepulangan.

“Fokus kami adalah meningkatkan kualitas pelindungan dan penempatan pekerja migran terampil, dengan target 500.000 orang pada tahun 2026 di sektor middle dan high-skill,” ujar Menteri Mukhtarudin.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum ADKASI Siswanto menyatakan bahwa perlindungan PMI adalah tanggung jawab bersama pusat dan daerah.

“Pekerja migran adalah pejuang devisa negara dengan kontribusi remitansi lebih dari Rp250 triliun pada tahun 2024,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa banyak daerah belum memiliki Peraturan Daerah khusus, padahal ini menjadi peluang untuk menghadirkan kebijakan yang melindungi sekaligus memberdayakan masyarakat.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) ADKASI Pedro Bau menguraikan strategi yang diperlukan untuk menjawab tantangan migrasi tenaga kerja di era globalisasi yang semakin kompleks.

“Di tengah laju perkembangan global yang pesat, tantangan migrasi tidak hanya berkaitan dengan keamanan penempatan, tetapi juga kemampuan PMI untuk bersaing dan beradaptasi dengan standar kerja internasional yang terus berkembang,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa perlu adanya sinergi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, serta lembaga terkait untuk membangun ekosistem migrasi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal.

Selain itu, Pedro Bau menjelaskan bahwa pengembangan keahlian harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar global agar daya saing PMI dapat meningkat secara signifikan.

Kata Pedro Kita harus memastikan bahwa setiap langkah migrasi tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi individu dan negara, tetapi juga menjamin perlindungan hak-hak pekerja secara menyeluruh, peningkatan kapasitas yang berkelanjutan, serta kemampuan untuk mengakses peluang kerja yang lebih baik di masa depan.

“Hal ini menjadi kunci agar PMI tidak hanya menjadi kontributor devisa, tetapi juga aktor pembangunan yang mampu bersaing di kancah internasional,” pungkasnya

Penulis : Pengki Djoha

Berita Terkait

Camat dan Tokoh Masyarakat Bonpes Kompak Tolak Aksi Demonstrasi, Tegaskan Dukungan untuk Ismet Mile
Camat Se-Bone Pesisir Deklarasi Tolak Aksi Demo Iswan Malik
IMI Gorontalo Apresiasi Event Grasstrack Bone Bolango, Dorong Ekonomi kreatif
Dorong UMKM, HIPMI Gorontalo Apresiasi Grasstrack Bone Bolango
Siap-siap! Koperasi GASS Akan Gelar Diskusi Bedah KUHP KUHAP
LSM BRNR Ungkap Dugaan Maladministrasi Proses Tender Sekolah Rakyat Boalemo
Merasa Difintah Uskom Atmal Laporkan Akun Gorontalo Karlota ke Polda Gorontalo
Biomasa Jaya Abadi Gorontalo Salurkan Bantuan Sekolah untuk Pengungsi Aceh

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 19:40 WIB

Camat dan Tokoh Masyarakat Bonpes Kompak Tolak Aksi Demonstrasi, Tegaskan Dukungan untuk Ismet Mile

Minggu, 1 Maret 2026 - 01:52 WIB

Camat Se-Bone Pesisir Deklarasi Tolak Aksi Demo Iswan Malik

Minggu, 25 Januari 2026 - 21:47 WIB

IMI Gorontalo Apresiasi Event Grasstrack Bone Bolango, Dorong Ekonomi kreatif

Minggu, 25 Januari 2026 - 21:36 WIB

Dorong UMKM, HIPMI Gorontalo Apresiasi Grasstrack Bone Bolango

Senin, 19 Januari 2026 - 20:04 WIB

Siap-siap! Koperasi GASS Akan Gelar Diskusi Bedah KUHP KUHAP

Berita Terbaru