Prabowo: Negara Tak Gentar Hadapi Pengusaha Besar yang Rugikan Rakyat

Presiden menegaskan pelaku usaha besar yang melanggar aturan pangan akan ditindak, demi melindungi hak rakyat atas kebutuhan pokok berkualitas.

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan Pidato Kenegaraan di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, (Dok. Tim Media Prabowo)

Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan Pidato Kenegaraan di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, (Dok. Tim Media Prabowo)

APA jadinya jika kebutuhan pokok rakyat dikuasai segelintir orang yang mengejar untung besar?

Presiden RI Prabowo Subianto menjawabnya tegas: tidak akan ada yang kebal hukum, seberapa pun besar kekuasaan atau kekayaan yang dimiliki.

Dalam Pidato Kenegaraan di Gedung MPR/DPR/DPD, Jumat (15/8/2025), Prabowo menegaskan komitmennya melindungi rakyat dari praktik bisnis yang merugikan kepentingan umum.

Ia menyatakan bahwa pelaku usaha besar yang mencoba memanfaatkan kelangkaan atau gejolak harga untuk menimbun kebutuhan pokok akan berhadapan langsung dengan hukum.

“Jangan pernah anggap yang besar dan yang kaya bisa berpindah seenaknya, kami tidak gentar dengan kekayaanmu,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Sanksi Berat Menanti Penimbun Barang Kebutuhan Pokok di Tengah Gejolak Harga

Mengacu pada UUD 1945 dan UU No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, pelaku penimbunan kebutuhan pokok dapat dipidana hingga lima tahun penjara.

Selain pidana, pemerintah juga berwenang mengenakan denda maksimal Rp 50 miliar bagi pelanggar aturan perdagangan kebutuhan pokok di pasar domestik.

“Kami akan sita yang bisa kami sita, kami akan selamatkan rakyat dari mereka yang serakah dan menipu,” tegas Prabowo.

Cabang Produksi yang Menguasai Hajat Hidup Orang Banyak Wajib Dikuasai Negara

Prabowo mengingatkan kembali amanat konstitusi bahwa cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus dikuasai negara.

Ia menyebut prinsip ini sebagai warisan para pendiri bangsa seperti Bung Karno, Bung Hatta, dan Sutan Sjahrir yang patut dijalankan sepenuhnya.

“Saya yakin mereka berada di atas kebenaran, dan kita wajib melanjutkan perjuangan ini,” katanya.

Izin Khusus untuk Penggilingan Beras Skala Besar Demi Jaminan Akses dan Kualitas

Dalam kebijakan baru, pemerintah akan mewajibkan usaha penggilingan beras skala besar untuk mengantongi izin khusus sebelum beroperasi di pasar domestik.

Aturan ini bertujuan memastikan beras tersedia dengan takaran tepat, kualitas baik, dan harga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Yang besar silakan pindah ke bidang lain, jangan bermain di atas kebutuhan dasar rakyat Indonesia,” ucap Prabowo.****

Berita Terkait

Abdul Kadir Koro Nilai Wacana Pilkada Dipilih DPRD Tidak Konsisten dan Berpotensi Melemahkan Demokrasi
Standar Keamanan Pangan MBG Sorong Naik Kelas Usai Insiden Belatung
KPK Buru Jet Pribadi Papua, tapi Lokasi Masih Disembunyikan
Penggeledahan KPK di Kementerian Ketenagakerjaan: Dugaan Suap Terkait Tenaga Kerja Asing Terkuak
Drama di Balik Sidang Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto, KPK Belum Putuskan Periksa Firli Bahuri
UGM Tanggapi Gugatan Rp69 Triliun yang Dialamatkan kepada Universitas Tertua Itu, Terkait Ijazah Jokowi
Inilah Suasana Saat Prabowo Subianto dan Tokoh Filantropi Bill Gates Cek Makan Bergizi Gratis di Jaktim
Pemerintahan Prabowo Hadapi Tantangan dalam Bangun Keercayaan Publik dan Jaga Stabilitas Poliitik

Berita Terkait

Jumat, 2 Januari 2026 - 15:14 WIB

Abdul Kadir Koro Nilai Wacana Pilkada Dipilih DPRD Tidak Konsisten dan Berpotensi Melemahkan Demokrasi

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 09:27 WIB

Prabowo: Negara Tak Gentar Hadapi Pengusaha Besar yang Rugikan Rakyat

Senin, 11 Agustus 2025 - 07:28 WIB

Standar Keamanan Pangan MBG Sorong Naik Kelas Usai Insiden Belatung

Selasa, 17 Juni 2025 - 17:37 WIB

KPK Buru Jet Pribadi Papua, tapi Lokasi Masih Disembunyikan

Rabu, 21 Mei 2025 - 15:25 WIB

Penggeledahan KPK di Kementerian Ketenagakerjaan: Dugaan Suap Terkait Tenaga Kerja Asing Terkuak

Berita Terbaru