SEPULUH personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Gorontalo yang baru menyelesaikan misi kemanusiaan di Sumatera Utara disambut dan diterima langsung oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail di Rumah Jabatan Gubernur.
Penyambutan yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Sofyan Ibrahim dan Kadis Sosial Provinsi Gorontalo Sagita Wartabone tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keharuan, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian Tagana Gorontalo dalam membantu penanganan penyintas bencana lintas daerah.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, Sagita Wartabone Mengatakan Kesepuluh Tagana tersebut merupakan tim yang diutus secara resmi oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo atas permintaan Kementerian Sosial Republik Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selama kurang lebih satu bulan, mereka bertugas di wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara dan menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan layanan dasar bagi masyarakat terdampak,” ujar Sagita.
Lebih Lanjut Kata Sagita Pada tahap awal penugasan, Tagana Gorontalo ditempatkan di Kabupaten Langkat. Di lokasi ini, tim berfokus pada pembenahan mekanisme dapur umum, penataan pengelolaan logistik, serta penguatan sistem pelayanan kebutuhan dasar bagi para penyintas.
“Setelah layanan dinilai berjalan optimal, tim kemudian dipindahkan ke Kabupaten Tapanuli Selatan, tepatnya di Kecamatan Sayur Matinggi,”Jelasnya.
Kata Sagita, Di Kecamatan Sayur Matinggi, Tagana Gorontalo melanjutkan misi kemanusiaannya juga membuka akses dan pelayanan ke daerah terisolir, termasuk Desa Sibo-bio, yang sebelumnya sulit dijangkau akibat dampak bencana.
Kehadiran Tagana di wilayah tersebut berperan penting dalam mempercepat distribusi bantuan serta pemulihan awal kehidupan masyarakat.
Gubernur Gorontalo, yang juga berpengalaman sebagai Tenaga Profesional dan mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), tampak sangat antusias mendengarkan langsung cerita dan pengalaman Tagana selama menjalankan misi kemanusiaan.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, Gubernur tidak hanya menyampaikan apresiasi, tetapi juga menggali berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, khususnya tantangan di luar pelayanan teknis kepada masyarakat.
Ketua Forum Komunikasi Tagana Gorontalo, David Mailite, yang sekaligus memimpin misi kemanusiaan tersebut.
David menyampaikan bahwa salah satu tantangan utama adalah menghadapi dinamika konflik sosial dan politik di tengah masyarakat yang dalam beberapa situasi turut memengaruhi kecepatan pelayanan.
“Alhamdulillah, kunci utama yang kami pegang adalah komunikasi yang baik dengan semua pihak,” Jelas David
Kata David dengan membangun dialog dan saling memahami, tugas-tugas kemanusiaan dapat dijalankan sesuai ketentuan dan tetap mengedepankan keselamatan serta kepentingan masyarakat.
Gubernur Gorontalo menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam, disertai rasa haru dan apresiasi yang tinggi atas perjuangan Tagana Gorontalo.
Menurutnya, pengalaman di lapangan tersebut mencerminkan ketangguhan, kedewasaan, serta kemampuan Tagana dalam menghadapi tidak hanya tantangan teknis kebencanaan, tetapi juga dinamika sosial yang menyertainya.
Adapun personel yang ditugaskan terdiri dari perwakilan Tagana Provinsi dan kabupaten kota di Provinsi Gorontalo.
Katanya Komposisi ini mencerminkan semangat kolaborasi dan kebersamaan Tagana Gorontalo sebagai satu kesatuan dalam misi kemanusiaan nasional.
Dengan selesainya misi ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama bertugas dapat memperkuat kapasitas Tagana Gorontalo dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang, sekaligus terus menumbuhkan semangat kemanusiaan lintas daerah.













