JAKARTA – Politikus Golkar sekaligus Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menapaki babak baru dalam karier politiknya.
Melalui Musyawarah Nasional (Munas) XII Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), ia resmi terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional SOKSI periode 2025–2030.
Pemilihan berlangsung di Jakarta pada 20 Mei 2025 dengan hasil yang bulat: aklamasi.
“Bismillah, dengan mengharap pertolongan Allah, dan dengan dukungan kader SOKSI seluruh Indonesia,” ucap Misbakhun dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (21/5/2025).
SOKSI, sebagai salah satu organisasi pendiri Partai Golkar, memiliki sejarah panjang dalam lanskap politik Indonesia.
Keberadaan organisasi ini bukan hanya simbolik, tetapi strategis—terutama menjelang kontestasi politik besar seperti Pemilu 2029.
Baca Juga:
Kepemimpinan Misbakhun pun mengundang beragam tafsir, dari sinyal konsolidasi internal hingga persiapan regenerasi kekuatan politik di tubuh Golkar.
Munas XII: Aklamasi dan Keseimbangan Kekuasaan Internal
Munas XII SOKSI berlangsung mulus. Tanpa dinamika voting, Misbakhun ditetapkan sebagai ketua umum secara aklamasi—menggantikan Achmadi Noor Supit.
Tak berhenti sampai di situ, Munas juga menetapkan tim formatur yang langsung bergerak cepat menyusun struktur kepengurusan.
Baca Juga:
Rapat perdana tim formatur menghasilkan komposisi yang menggambarkan kesinambungan dan rekonsiliasi kekuatan lama dan baru.
Achmadi Noor Supit didapuk menjadi Ketua Dewan Pembina. Sementara tokoh senior seperti Oetojo Oesman ditetapkan sebagai Ketua Dewan Kehormatan.
Nama-nama lain seperti Prof. Thomas Suyatno (Dewan Pertimbangan) dan Prof. Bomer Pasaribu (Dewan Pakar) turut memperkuat basis keilmuan dan kredibilitas lembaga.
Struktur ini seolah menegaskan bahwa kepemimpinan Misbakhun bukanlah sekadar regenerasi, tetapi juga representasi antara tokoh-tokoh senior dan darah baru dalam tubuh SOKSI.
Bahlil dan Pesan Golkar: Mengakar Kembali di Basis Buruh
Dalam pembukaan Munas, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia hadir dan memberikan sinyal kuat dukungan terhadap Misbakhun.
Meski menyebut bahwa siapa pun dapat menjadi ketua umum asalkan memenuhi syarat internal, Bahlil secara eksplisit menyebut nama Misbakhun sebagai figur yang pantas dan matang.
“Sudah barang tentu harapan Partai Golkar kepada SOKSI sangat besar,” ujar Bahlil yang juga menjabat Menteri ESDM.
Ia menegaskan bahwa SOKSI bukan sekadar organisasi sayap, tetapi juga benteng ideologis yang sejak awal bertugas menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman perubahan ideologi.
SOKSI juga memiliki mandat untuk merangkul kalangan buruh —basis massa tradisional yang semakin penting di tengah perubahan sosial-ekonomi pasca pandemi dan transformasi digital.
Pernyataan ini tak sekadar seremoni. Dalam konteks politik elektoral, memperkuat basis buruh dan pekerja berarti memperbesar peluang.
Untuk memenangkan pertarungan suara akar rumput, utamanya di daerah urban dan semi-urban yang menjadi medan sengit pada pemilu mendatang.
Siapa Mukhamad Misbakhun, dan Apa Visi SOKSI di Tangannya?
Mukhamad Misbakhun bukan nama baru dalam politik nasional. Sebagai legislator senior dari Fraksi Golkar, ia dikenal vokal dalam isu fiskal, perpajakan, dan UMKM.
Latar belakangnya sebagai mantan aktivis HMI dan jurnalis juga memberinya perspektif strategis dalam membangun narasi organisasi berbasis ideologi dan ekonomi.
Di tangan Misbakhun, SOKSI ditargetkan menjadi organisasi modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam beberapa pernyataan publiknya, ia menekankan perlunya SOKSI membangun ekosistem kaderisasi yang kuat dan sistematis.
“Ke depan, kita ingin SOKSI tidak hanya menjadi organisasi struktural, tapi juga organisasi yang berjejaring, melek teknologi, dan membumi di tengah masyarakat pekerja,” ujarnya dalam forum internal.
Agenda utama SOKSI di bawah kepemimpinannya antara lain adalah:
1. Modernisasi sistem keorganisasian berbasis digital.
2. Penguatan peran SOKSI dalam pendidikan politik kalangan pekerja.
3. Kolaborasi dengan UMKM dan koperasi berbasis anggota buruh
4. Kaderisasi pemimpin muda di daerah melalui pelatihan politik dan ekonomi.
Tantangan dan Solusi Membangun Kembali Basis Sosial – Politik SOKSI
SOKSI saat ini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia menyimpan warisan panjang sebagai organisasi bersejarah Golkar.
Di sisi lain, ia ditantang untuk tetap relevan di tengah menguatnya ormas baru dan perubahan pola kerja di era digital.
Beberapa tantangan yang harus dihadapi SOKSI:
1. Minimnya regenerasi kepemimpinan di tingkat daerah.
2. Lemahnya literasi digital dan ekonomi di kalangan anggota.
3. Menurunnya minat kaum buruh terhadap organisasi berbasis ideologi.
Namun, solusi juga tersedia. Berikut beberapa strategi yang dapat dilakukan:
1. Transformasi Digital: Membangun aplikasi khusus anggota SOKSI untuk pelatihan, koordinasi, dan advokasi buruh.
2. Kampanye Literasi Politik dan Hukum: Mengedukasi anggota soal hak-hak pekerja dan peran politik dalam kebijakan ketenagakerjaan.
3. Rebranding Sosial: Menjadikan SOKSI relevan di mata milenial dan Gen-Z melalui narasi kesejahteraan ekonomi dan keadilan sosial.
4. Kolaborasi Multi-Sektor: Menjalin kemitraan dengan universitas, LSM, dan pelaku industri untuk memperkuat posisi tawar organisasi.
5. Revitalisasi Cabang Daerah: Fokus pada penguatan struktur organisasi di basis kantong buruh seperti kawasan industri dan daerah urban.
Jika langkah-langkah ini dijalankan secara konsisten, SOKSI dapat kembali menjadi kekuatan sosial-politik yang signifikan.
Bukan hanya bagi Golkar, tetapi juga bagi demokrasi Indonesia secara lebih luas.***
Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.
Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.
Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infobumn.com dan Bisnisnews.com
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Infoekspres.com dan Serambiislam.com
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Jabarraya.com dan Apakabargrobogan.com
Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center














